*SUMEDANG,Pemburupaktanusantara. - Pemburupaktanusantara – Kekecewaan mewarnai aksi damai lintas tokoh dan ormas di Gedung DPRD Kabupaten Sumedang, Rabu (17/09/2026).
Aksi yang menuntut kejelasan Tim Investigasi Pemprov Jabar terkait isu Wakil Bupati Sumedang itu berakhir tanpa kejelasan. Ketua DPRD Sumedang tidak menemui massa aksi.
Massa yang hadir diantaranya *Ketum Gardawalisongo, Ketua Laskar Pemuda Penjaga Aqidah, Ketua LIDIK, Zeni Bima H. Ecek, Ormas Manggala, Ketum SIMPE Nasional/Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia , Ketua FKPPI, Kader Srikandi Sumedang* dan para tokoh masyarakat Sumedang.
Sejak pagi massa berorasi secara bergantian di depan gerbang DPRD. Mereka mendesak DPRD agar menjalankan fungsi pengawasan dan mendesak Pemprov Jabar untuk membuka hasil investigasi secara transparan kepada publik.
Namun hingga aksi berakhir, tidak ada pimpinan DPRD yang menemui massa.
"Hingga bubar, Ketua DPRD tidak mau menemui kami. Kami hanya diterima staf. Tidak ada tanggapan, tidak ada kepastian. Ini bentuk pengabaian terhadap aspirasi rakyat," tegas salah satu orator di lokasi.
Atas sikap bungkamnya DPRD tersebut, seluruh koordinator aksi sepakat untuk melanjutkan aksi jilid dua.
"Kami nyatakan, unjuk rasa akan kita lanjutkan hari *Senin depan* dengan massa yang lebih besar. Jika DPRD tetap bungkam, kami akan kepung DPRD," teriak orator disambut teriakan massa.
Massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib dan berjanji akan kembali dengan kekuatan penuh pada hari Senin**Red**
